Posts

Menyingkap Misteri Candi Abang

Image
  Artikel ini telah dimuat di https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbyogyakarta/menyingkap-misteri-candi-abang/ Candi Abang De in den oostmoesson zoo kalme, maar in den regentijd zoo wilde Opak slingert zich als een slang door de vlakte en komt nu hier dan daar door het groen te voorschijn. Ze waren van den stam der bouwlieden van Boroboedoer de mannen, die met een open oog voor natuurschoon hun heiligdom op dezen steilen heuvel oprichtten. Maar in plaats van de trachietblokken van de Opak of den zachten steen van den heuvel zelven als bouwstof te gebruiken, trokken zij het op van dien harden en goed gevormden baksteen, dien men zoo gaarne de Javanen van den tegenwoordigen tijd ten voorbeeld stelt. Dikutip dari J.W. Ijzerman Beschrijving der Oudheden nabij de grens der residenties Soerakarta en Djogdjakarta (1891) Opak, begitu tenang di musim timur, tetapi begitu liar di musim hujan, berkelok-kelok melalui dataran seperti ular dan sekarang muncul di sana-sini melalui tanaman hij...

Melacak Jejak Candi Singo

Image
Artikel ini sudah dimuat dalam https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbyogyakarta/melacak-jejak-candi-singo/   Peta Lokasi 3 Candi Joboan diolah dari Beschrijving der Oudheden nabij de grens der residenties Soerakarta en Djogdjakarta (1891)                Candisingo merupakan nama dari sebuah padukuhan yang ada di Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan. Nama padukuhan ini berasal dari keberadaan temuan candi yang dikenal dengan nama Candi Singo. Berdasarkan laporan dari masa Hindia Belanda, keberadaan candi Singo, tidak bisa dilepaskan dari dua candi lain yang letaknya berdekatan, yaitu Candi   Keblak dan Candi Bubrah. J.W. Ijzerman dalam buku Beschrijving der Oudheden nabij de grens der residenties Soerakarta en Djogdjakarta (1891) menyebut jika Candi Singo merupakan bagian dari 3 candi yang disebut Candi Joboan. Candi Joboan terdiri dari Candi Keblak, Candi Bubrah dan Candi Singo. Letak ketiganya berurutan dari arah utara ke sel...

Grand Hotel de Djokja dalam Pariwisata di Yogyakarta (1911-1942)

Image
Artikel ini sudah dimuat dalam  https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbyogyakarta/grand-hotel-de-djokja-dalam-pariwisata-di-yogyakarta-1911-1942/ Situasi Hotel  Grand Hotel de Djokja  terekam dalam kartu pos tanpa tahun  (Foto: Dok. BPCB DIY 2021)   Grand Hotel de Djokja dalam Pariwisata di Yogyakarta (1911-1942)   Ik wil geen kwaad spreken van de Indische hotels. Integendeel. Het Grand Hotel te Djocja b. v. kan met de beste hotels in Europa wedijveren (Saya tidak ingin berbicara buruk tentang hotel (di) Hindia Belanda. Sebaliknya. Grand Hotel di Djocja b. v. dapat bersaing dengan hotel-hotel terbaik di Eropa ) Louis B.M.Lammers , De Java Post, 24 Oktober 1913   Kehadiran hotel di Jawa umumnya diawali dengan penginapan kota. Penginapan kota biasa dijumpai di Pelabuhan. Sementara di Yogyakarta, yang termasuk daerah pedalaman, keberadaan hotel bisa jadi memiliki latar belakang yang berbeda. Keberadaan hotel di Yogyakarta bisa dihubungkan...

Rasa Frustrasi Sang Raja dan Candi Kedulan

Image
                 Candi Kedulan (Foto: Dok. BPCB DIY 2020)               Kajian sejarah budaya Indonesia memiliki banyak keunikan. Salah satunya adalah proses pendirian sebuah bangunan suci, yang dikenal masyarakat sekarang sebagai candi. Pengertian candi menurut Cecep Eka Permana dalam Kamus Istilah Arkeologi-Cagar Budaya , candi adalah istilah umum untuk menamakan semua bangunan peninggalan kebudayaan Hindu dan Buddha di Indonesia; baik berupa pemandian kuno, gapura, atau gerbang kuno, maupun bangunan suci keagamaan. Bahkan di beberapa tempat di Jawa Timur dan Jawa Tengah, suatu kelompok arca yang menjadi pundhen desa seringkali disebut “candi”. Candi-candi tersebut tersebar di wilayah Indonesia, baik di Sumatra maupun di Jawa. Kita mengenal adanya Candi Borobudur, Candi Sewu, Candi Gedong Songo di Jawa Tengah, Candi Sambisari, Candi Prambanan, Candi Kedulan ada di Daerah Istimewa Yogyakarta...

Candi Abang dan Mataram Kuna

Image
  Judul Buku      : Candi Abang: Konflik dan Kuasa dalam Masyarakat Jawa Kuna antara abad                                          ke -9 - 10 Penulis                   :   Agus Aris Munandar, Andriyati Rahayu, Deny Yudo Wahyudi Penerbit                :  Wedatama Widya Sastra Cetakan                : Pertama, Oktober 2020 Tebal                      : xi + 154 hlm ISBN                     : 978-602-273-043-9   Keberadaan bangunan candi di Indonesia selalu dihubungkan dengan periode sejarah klasik, atau masa berkembangnya agama Hindu-Budha. Berdasarkan has...

Dinamika Penerapan Hukum Islam di Nusantara Abad XIV-XIX Masehi

Image
  Judul Buku: Sejarah Hukum Islam Nusantara Abad XIV-XIX Masehi Penulis: Ayang Utriza Yakin,DEA., Ph.D Penerbit: Prenada Media Kencana Cetakan: I, September 2016 Tebal: xvi, 232 hlm ISBN: 978-602-422-040-2   Berbicara mengenai sejarah penerapan hukum Islam di Indonesia memang menarik. Banyak asumsi yang akan muncul. Termasuk apakah hukum Islam sudah benar-benar diterapkan secara sempurna pada saat kerajaan-kerajaan Islam berkuasa di Nusantara. Ataukah sebaliknya? Buku ini menyajikan jawabannya. Ditulis oleh Ayang Utriza Yakin, yang di dunia media sosial akrab disapa Ustadz oleh para followernya. Namun sebagai sejarawan dengan spesialisasi hukum Islam, beliau mampu menyajikan buku ini jadi makin menarik. Aspek yang menarik dari buku ini adalah kelengkapan data sejarah yang dimiliki oleh peneliti. Data terkait kesaksian dari pengelana muslim seperti Ibnu Batutah yang sempat singgah di Samudra Pasai, menjadi salah satu rujukan. Begitu juga data kesaksian dari se...

Perkembangan Ekonomi dan Transportasi Keresidenan Banyumas 1830-1940 an

Image
Judul Buku                 : Arkeologi                 Transportasi : Perspektif Ekonomi dan Kewilayahan   Keresidenan Banyumas 1830-1940an Penulis                        : Purnawan Basundoro Penerbit                      : Airlangga University Press Cetakan                       : I, 2019 Tebal                           : xvi + 240 hlm ISBN              ...

Kuasa Makna, Tafsir Baru Arkeologi Indonesia

Image
Judul Buku : Kuasa Makna Perspektif Baru dalam Arkeologi Indonesia Editor : Daud Aris Tanudirjo Penerbit  : Departemen Arkeologi  Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada Cetakan      : Pertama, November 2019 Tebal : 205 hlm      Indonesia merupakan bangsa dengan  sejarah yang panjang. Berdasarkan kajian ilmu arkeologi periode sejarah kebudayaan dimulai ± abad 4 Masehi. Periode ini ditandai dengan kemunculan kerajaan Kutai di Kalimantan dan Tarumanagara di Jawa Barat. Sedangkan masa sebelum abad ke-4 Masehi dikenal dengan masa pra sejarah. Periode ini adalah ketika masyarakat pendukungnya belum mengenal aksara. Meski belum mengenal aksara namun masa pra-sejarah sudah meninggalkan sejumlah hasil kebudayaan/peradaban yang besar. Misalnya hasil budaya dari periode megalitik (batu besar).       Di Indonesia kajian sejarah kebudayaan sebelum dan sesudah mengenal aksara berada di ...